Rabu, 01 Agustus 2018

PENYAMPAIAN MATERI OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BUNGO DALAM PELAKSANAAN MASA TA’ARUF SISWA MAN 1 BUNGO


Hari Selasa tanggal 17 Juli 2018, suasana di MAN 1 Bungo yang terletak di lingkungan Perumnas Cadika tampak ramai. Padahal, kegiatan belajar mengajar belum mulai efektif dilakukan. Ternyata, saat ini sedang berlangsung kegiatan pengenalan lingkungan sekolah atau masa ta’aruf siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Bungo Tahun Pembelajaran 2018/2019 yang berlangsung dari tanggal 16 Juli 2018 hingga 18 Juli 2018.


Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo juga turut serta menjadi bagian masa pengenalan lingkungan sekolah ini. Melalui surat dari MAN 1 Bungo, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo, yang diwakili  oleh Lindawati, S.Sos selaku Kasi Konservasi Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati pada Bidang Konservasi Sumber Daya Alam yang didampingi oleh Yunita Salmah Ritonga, S.Si selaku Pengendali Dampak Lingkungan pada Bidang Konservasi Sumber Daya Alam menyampaikan materi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan (Adiwiyata) kepada siswa baru MAN 1 Bungo pada kegiatan tersebut.




Penyampaian materi ini disambut semangat oleh siswa yang ditandai dengan jawaban antusias para siswa ketika pemateri memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa. Setelah penyampaian materi selesai dilakukan foto bersama perwakilan siswa baru MAN 1 Bungo dengan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo. (ysr)

PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM)

Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.


Berkenaan dengan Pelaksanaan ProKlim Tahun 2018 yang mengacu pada Peraturan enteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.84/MENLHK-SETJEN/KUM.1/11/2016 tentang Program Kampung Iklim serta Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim nomor P.1/PPI/SET/KUM.1/2/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Kampung Iklim, Pemerintah Kabupaten Bungo mengusulkan tiga dusun sebagai Kampung Iklim, yaitu Dusun Lubuk Benteng Kec. Bathin III, Dusun Karya Harapan Mukti Kec. Pelepat Ilir, Dusun Gapura Suci Kec. Pelepat.


Pengusulan lokasi ProKlim dilakukan melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (PPI SRN) yang dilakukan paling lambat tanggal 30 Maret 2018 lalu. Pengisian usulan ProKlim melalui SRN PPI ini dilakukan dalam empat tahap, yaitu pengisian formulir pendaftaran, formulir data umum, formulir data teknis formulir data verifikasi.

Berdasarkan surat dari Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.125/API/AEB/KUM.1/7/2018 tanggal 6 Juli 2018 perihal Tindak Lanjut Pengusulan ProKlim Tahun 2018, menyebutkan bahwa Dusun Lubuk Benteng Kec. Bathin III memiliki skor 54,4% termasuk kategori Proklim Madya, sedangkan Dusun Karya Harapan Mukti Kec. Pelepat Ilir memiliki skor 50.95% dan Dusun Gapura Suci Kec. Pelepat memiliki skor 39.03% termasuk kategori Proklim Pratama. Namun ketiga Dusun ini belum dapat diverifikasi oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendapat penghargaan ProKlim karena yang dapat diverifikasi oleh tim verifikator haruslah termasuk dalam kategori ProKlim Utama dengan skor >81%.

Ketiga dusun ini dapat diusulkan kembali di tahun 2019 dan untuk meraih penghargaan ProKlim pada ketiga dusun ini atau dusun-dusun lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Bungo dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk OPD lintas sektoral serta dunia usaha dalam mewujudkan dusun yang memiliki adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. (ysr)

RAPAT PERSIAPAN LOMBA GERAKAN DUSUN BERSIH, RAPI ASRI DAN KREATIF (GEDUBRAK) BERSAMA TP PKK KABUPATEN BUNGO DAN OPD LINTAS TERKAIT


Gerakan Dusun Bersih, Rapi, Asri dan Kreatif (GEDUBRAK) merupakan salah satu program unggulan Bupati Bungo, untuk mewujudkan masyarakat yang bersih, rapi, asri dan kreatif hingga ke tatanan masyarakat dusun. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo sebagai leading sector kegiatan GEDUBRAK menggelar Sosialisasi dan Koordinasi GEDUBRAK bersama TP PKK Kabupaten Bungo dan OPD lintas terkait pada hari Selasa, tanggal 17 Juli 2018 yang bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo.

Adapun OPD lintas sektoral yang hadir yakni personil dari Dinas Pemberdayaan asyarakat dan Dusun Kab. Bungo, Dinas Ketahanan Pangan Kab. Bungo, Dinas Kesehatan Kab.Bungo, Dinas Pendidikan Kab. Bungo, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kab. Bungo serta TP PKK Kabupaten Bungo.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam pada Dinas Lingkungan Hidup, Alfianto, ST,MT yang didampingi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dusun, Iman Budisetiawan, S.Hut, M.AP. Acara ini diawali dengan sosialisasi mengenai kegiatan GEDUBRAK, yaitu pengertian GEDUBRAK itu sendiri dan penyampaian usulan indikator kegiatan GEDUBRAK sekaligus koordinasi rencana pelaksanaan pembinaan dan penilaian GEDUBRAK. Pada kegiatan ini juga dilakukan diskusi dan penjelasan terhadap indikator penilaian tersebut, sehingga seluruh indikator merangkum dan mewakili tugas dari OPD Pembina agar sesuai dengan pesan GEDUBRAK itu sendiri, yaitu agar dusun yang ada di Kabupaten Bungo memiliki gerakan, bersih, rapi, asri dan kreatif.

Dalam kegiatan ini juga disepakati bahwa tim akan membina dan menilai dusun/kelurahan yang telah diusulkan oleh pihak kecamatan dari seluruh wilayah Kabupaten Bungo yaitu total 17 (tujuh belas) dusun/kelurahan untuk kegiatan GEDUBRAK Tahun 2018.(ysr)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BUNGO TURUT SERTA DALAM PENILAIAN LOMBA POSYANDU DAN LINGKUNGAN BERSIH SEHAT TINGKAT KABUPATEN BUNGO TAHUN 2018.


Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu merupakan salah satu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), yakni kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa.


Pada tanggal 02 Juli – 11 Juli 2018, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo, selaku OPD terkait pada kegiatan Lomba Posyandu dan Lingkungan Bersih Sehat (LBS) turut serta sebagai tim penilai lomba Posyandu dan LBS Tingkat Kabupaten Bungo Tahun 2018, yang diwakili oleh Lindawati, S.Sos selaku Kasi Konservasi Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati dan Yunita Salmah Ritonga, S.Si selaku Pengendali Dampak Lingkungan. 



Penilaian dilaksanakan di dusun-dusun perwakilan tiap kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bungo, yaitu Dusun Sekar Mengkuang (Kec. Limbur Lubuk Mengkuang), Dusun Seberang Jaya (Kec. Bathin II Pelayang), Dusun Lubuk Tenam (Kec. Jujuhan Ilir), Dusun Baru Balai Panjang (Kec. Jujuhan), Dusun Pulau Pekan (Kec. Bungo Dani), Dusun Datar (Kec. Muko-muko Bathin VII), Dusun Babeko (Kec. Bathin II Babeko), Dusun Sungai Mengkuang (Kec. Rimbo Tengah), Kelurahan Tanjung Gedang (Kec. Pasar Muara Bungo), Dusun Lubuk Benteng (Kec. Bathin III), Dusun Lubuk Landai dan Dusun Rantau Makmur (Kec. Tanah Sepenggal Lintas), Dusun Empelu (Kec. Tanah Sepenggal), Dusun Koto Jayo (Kec. Tanah Tumbuh), Dusun Lubuk (Kec. Pelepat Ilir), Dusun Pasar Rantau Keloyang dan Dusun Mulya Bhakti (Kec. Pelepat), Dusun Sungai Telang (Kec. Bathin III Ulu) dan Dusun Leban (Kec. Rantau Pandan).(yr)

PERSIAPAN GERAKAN DUSUN BERSIH, RAPI ASRI DAN KREATIF (GEDUBRAK), DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BUNGO GELAR SOSIALISASI DAN KOORDINASI



Gerakan Dusun Bersih, Rapi, Asri dan Kreatif (GEDUBRAK) merupakan salah satu program unggulan Bupati Bungo, untuk mewujudkan masyarakat yang bersih, rapi, asri dan kreatif hingga ke tatanan masyarakat dusun. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo sebagai leading sector kegiatan GEDUBRAK menggelar Sosialisasi dan Koordinasi GEDUBRAK terhadap camat atau yang mewakili yang berasal dari 17 kecamatan yang ada seluruh wilayah Kabupaten Bungo pada hari Kamis, tanggal 28 Juni 2018 yang bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo.


Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi mengenai kegiatan GEDUBRAK, yaitu pengertian GEDUBRAK itu sendiri dan indikator kegiatan GEDUBRAK serta koordinasi rencana pelaksanaan pembinaan dan penilaian GEDUBRAK. Pada kegiatan ini juga dilakukan pembagian lembar indikator kepada para peserta yaitu camat atau yang mewakili serta diberikan penjelasan terhadap indikator penilaian tersebut. Selain itu juga dibuka sesi diskusi bersama para peserta sosialisasi dan koordinasi yang ingin mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai GEDUBRAK. 


Pada kegiatan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo juga menghimbau para camat agar melakukan penilaian GEDUBRAK tingkat kecamatan terlebih dahulu, agar pemenang GEDUBRAK tingkat kecamatan inilah yang nantinya akan dibina oleh tim Pembina GEDUBRAK untuk dinilai oleh Tim Penilai GEDUBRAK pada Bulan September mendatang.(yr)

BIMBINGAN TEKNIS PEMANTAUAN KUALITAS UDARA AMBIEN DENGAN METODE PASSIVE SAMPLER DI KABUPATEN/KOTA DALAM PROVINSI JAMBI TAHUN 2018




Sasaran Pokok Pembangunan Nasional Tahun 2015-2019 adalah tercapainya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang terdiri atas Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Tutupan Lahan. Sasaran strategis target indikator kinerja dalam pengelolaan lingkungan hidup adalah menjaga kualitas lingkungan hidup untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, ketahanan air dan kesehatan masyarakat, dengan indikator kinerja IKLH berada pada kisaran 66,5-68,6. Salah satu bagian dari IKLH, yaitu IKU didapatkan melalui Pemantauan Kualitas Udara Ambien. Metode pemantauan kualitas udara ambient terdiri atas dua metode, yakni Kontinyu otomatis: fixed station (contoh: AQMS) dan mobile station serta manual: manual aktif dan manual passive.


Pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo sebagai leading sector dalam penetuan IKU, melakukan Bimbingan Teknis Pemantauan Kualitas Udara Ambien dengan Metode Passive Sampler di Kabupaten/ Kota dalam Provinsi Jambi. Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo dalam Bimtek ini yaitu Darma Haryeni, ST selaku Kasi Pemulihan Kualitas Lingkungan dan Yunita Salmah Ritonga, S.Si, pelaksana Bidang Konservasi Sumber Daya Alam. Bimbingan Teknis (Bimtek) ini dipandu oleh Luckmi Purwandari, Kasubdit Inventarisasi dan Pengelolaan Kualitas Udara Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Bimtek ini meliputi cara pemasangan passive sampler dan penetuan lokasi penempatan passive sampler. Prinsip kerja passive sampler ini, yaitu membiarkan sampler terpapar selama 14 hari kalender dengan parameter yang diuji yaitu SO2 dan NO2. Lokasi sampling terdapat pada empat lokasi, yaitu transportasi, kawasan industri / rumah sakit, permukiman, dan perkantoran/ komersil. Untuk wilayah kota Muara Bungo, passive sampler akan dipasang di Sub Denpom 11/2-1 Bute – Sarko mewakili transportasi, RSUD H. Hanafie Kab. Bungo mewakili kawasan industri, Perumahan Bumi Semagi Permai Kab. Bungo mewakili kawasan permukiman, Kantor Satpol PP Kab. Bungo mewakili perkantoran. Rencananya, pemasangan passive sampler ini dilakukan serentak oleh Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi pada tanggal 2 Juli 2018 dan diambil kembali pada tanggal 16 Juli 2018. (yr)